Senin, 4 Mei 2026

Dinkes Sulteng Gencarkan Program Imunisasi Tambahan untuk Tekan Kasus Campak

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan | Foto: Ist

Palu – Lonjakan kasus campak melanda wilayah Sulawesi Tengah sejak awal tahun 2026. Kondisi ini memaksa sejumlah kabupaten untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul peningkatan signifikan jumlah penderita dalam waktu singkat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah hingga Maret 2026, Kota Palu menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi, yakni mencapai 428 kasus. Selain ibu kota, lima wilayah lain yaitu Donggala, Sigi, Toli-Toli, Poso, dan Morowali Utara juga telah resmi menyandang status KLB.

Meski sebaran kasus meluas di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Sulteng menilai situasi secara keseluruhan masih terkendali. Hingga saat ini, kriteria untuk menetapkan status KLB di tingkat provinsi belum terpenuhi.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan, menyatakan bahwa langkah penanganan terus dikebut melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan serta pemerintah daerah setempat.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kemenkes, khususnya terkait program imunisasi dan tata laksana penanggulangan KLB di kabupaten-kabupaten terdampak,” ujar Ahsan, Kamis (2/4/2026).

Sebagai respons cepat terhadap tren kenaikan kasus, pemerintah kini mendorong pelaksanaan imunisasi massal melalui skema Outbreak Response Immunization (ORI). Khusus untuk Kota Palu, imunisasi ORI disarankan menyasar anak-anak usia 9 hingga 59 bulan.

Ahsan menjelaskan bahwa peningkatan kasus ini sebenarnya menjadi fenomena nasional. Di Sulawesi Tengah, penyebaran virus dipicu oleh tingginya mobilitas penduduk antarwilayah serta belum optimalnya kekebalan kelompok (herd immunity).

Kondisi tersebut diperparah dengan capaian imunisasi di Sulawesi Tengah yang belum menembus angka 95 persen secara menyeluruh dalam lima tahun terakhir. Meski beberapa kabupaten telah memenuhi target, distribusi pelayanan di tingkat Puskesmas terpantau belum merata.

Sebagai langkah penanggulangan, pemerintah terus menggencarkan pemberian imunisasi tambahan di berbagai wilayah. Masyarakat juga sangat diimbau untuk memastikan anak-anak, terutama kelompok usia di bawah lima tahun, mendapatkan imunisasi sesuai jadwal karena tingkat kerentanan yang tinggi terhadap campak. **/MAZ