Senin, 4 Mei 2026

Reses DPRD Palu, Imam Darmawan: Saya Tidak Berani Berjanji, Tapi Aspirasi Warga Dikawal Tuntas

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Moh. Imam Darmawan, menggelar kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, bertempat di Jalan Baitul Makmur 9, RT 5/RW 5, Kelurahan Birobuli Utara, Kota Palu, Senin (2/2/2026) | Foto: Sultengnambaso.id

Palu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Moh. Imam Darmawan, menggelar kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, bertempat di Jalan Baitul Makmur 9, RT 5/RW 5, Kelurahan Birobuli Utara, Kota Palu, Senin (2/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai usulan dan keluhan, di antaranya persoalan tumpang tindih lahan masyarakat, kondisi jalan lingkungan, penerangan jalan umum, ketersediaan LPG, dukungan bagi usaha kecil melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta permintaan pembangunan drainase dan pengadaan kursi di Posyandu.

Perwakilan masyarakat setempat, Suplain, mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan tersebut sudah lama dirasakan warga dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Ia menyoroti penerangan jalan yang belum merata, sehingga masih banyak titik gelap yang dinilai rawan bagi aktivitas warga pada malam hari.

“Selain penerangan, persoalan tumpang tindih lahan juga masih menjadi keluhan warga karena menimbulkan ketidakpastian. Kami juga kesulitan mendapatkan LPG, terutama bagi masyarakat kecil, serta kondisi drainase yang belum memadai dan sering menyebabkan genangan saat hujan,” ujar Suplain.

Ia juga menambahkan keluhan terkait kondisi jalan lingkungan yang pembangunannya baru setengah todak sampai ujung jalan. Menurutnya, terdapat ruas jalan yang baru setengah teraspal, sementara bagian lainnya masih berupa jalan tanah.

“Jalan di lingkungan kami ada yang sudah diaspal, tapi baru setengah. Kami berharap pengaspalan itu bisa dilanjutkan hingga tuntas,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun ia menekankan bahwa realisasi setiap permintaan harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran.

“Tidak bisa hari ini diminta, besok langsung terealisasi. Semuanya harus mengikuti sistem, kemampuan keuangan daerah, dan skala prioritas,” katanya.

Terkait pembangunan jalan dan drainase, Imam menyebut persoalan tersebut cukup kompleks karena sering berdampak. Jika pembangunan drainase dibarengi dengan perbaikan jalan, maka dibutuhkan anggaran yang besar dan waktu pelaksanaan yang lebih panjang.

Ia juga menegaskan bahwa anggota DPRD tidak memegang anggaran secara langsung sehingga memilih bersikap realistis dan tidak sembarang menjanjikan sesuatu kepada masyarakat.

“Sekali saya berjanji, itu menjadi utang. Karena itu, saya lebih memilih bekerja maksimal di belakang layar daripada memberi janji manis,” tegasnya.

Menutup kegiatan reses, Mohammad Imam Darmawan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Birobuli Utara agar dapat direalisasikan secara bertahap.

“Semua permintaan sudah dicatat, serahkan pada kami, proses realisasinya akan dikawal dan bertahap,” tuturnya. MAZ