Senin, 4 Mei 2026

Setahun Anwar–Reny Pimpin Sulteng, IPM Naik dan Layanan Publik Diperkuat

Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dengan doa bersama, dzikir, buka puasa, serta penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026) | Foto: Ist

Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dengan doa bersama, dzikir, buka puasa, serta penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026).

Momentum tersebut menjadi ajang refleksi atas perjalanan satu tahun pemerintahan Anwar–Reny di tengah tantangan penyesuaian fiskal nasional dan dinamika sosial ekonomi pascapandemi. Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, pimpinan DPRD, TNI–Polri, lembaga peradilan, tokoh agama, tokoh masyarakat, mantan gubernur, serta ribuan warga.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyebut tahun pertama merupakan fase krusial untuk membangun fondasi pemerintahan yang responsif dan berpihak pada rakyat. Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, ia menegaskan pelayanan publik tidak boleh melemah.

“Di saat anggaran kita dipotong cukup besar, kami sepakat untuk tidak mengeluh. Pemerintah tidak boleh lemah. Kalau pemerintah loyo, rakyat ikut lemah. Maka kami memilih tetap bekerja, tetap tersenyum, dan memastikan program prioritas tetap berjalan,” ujar Anwar.

Di tengah keterbatasan fiskal, Sulawesi Tengah mencatat sejumlah capaian makro. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 meningkat dari 72 menjadi 72,80. Pertumbuhan ekonomi daerah juga berada pada peringkat kedua tertinggi secara nasional, menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah tekanan anggaran.

Capaian tersebut ditopang program unggulan Sembilan Berani, terutama Berani Cerdas dan Berani Sehat. Di sektor pendidikan, pemerintah menggandeng sekitar 400 perguruan tinggi di Indonesia untuk mendukung pembiayaan mahasiswa melalui skema transfer langsung ke kampus.

“Mahasiswa kita tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya. Begitu ada keterangan dari kampus, pemerintah langsung mentransfer ke perguruan tinggi. Ini bentuk kehadiran negara di sektor pendidikan,” kata Anwar.

Pada sektor kesehatan, Program Berani Sehat menjadi solusi bagi lebih dari 111 ribu warga Sulawesi Tengah yang terdampak penonaktifan kepesertaan JKN secara nasional. Warga tetap dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan KTP.

“Saya tidak ingin masyarakat Sulawesi Tengah takut berobat hanya karena kartu JKN-nya nonaktif. Selama ada KTP, pemerintah hadir,” tegasnya.

Tahun 2025 juga mencatat sejarah baru dengan terlaksananya operasi jantung terbuka pertama di RSUD Undata. Keberhasilan itu menandai peningkatan kapasitas layanan rujukan daerah.

Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menambahkan, peningkatan layanan harus dibarengi penguatan sumber daya manusia. Pemprov menargetkan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis mulai 2026 bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dengan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan utama.

“Insya Allah, tahun 2026 Sulawesi Tengah sudah memiliki pendidikan dokter spesialis sendiri. Anak-anak daerah tidak perlu lagi keluar jauh untuk menempuh pendidikan spesialis,” ujar Reny.

Di bidang infrastruktur, pemerintah fokus membuka konektivitas wilayah, termasuk penanganan jalur Sausu–Sigi yang kerap terdampak longsor dan menghambat distribusi hasil perkebunan.

Sektor transportasi udara turut diperkuat melalui pembukaan penerbangan internasional dan rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026. Pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri juga didorong agar ke depan dapat menjadi embarkasi haji.

“Kalau bandara ramai, hotel tumbuh, rumah makan hidup, UMKM bergerak. Ekonomi rakyat akan ikut naik. Itu sebabnya saya minta event nasional dipusatkan di Palu,” ujar Anwar.

Sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah, Palu dipersiapkan menjadi tuan rumah Fornas 2027 yang diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia.

Menutup sambutannya, Anwar mengajak seluruh elemen masyarakat terus mengawal pembangunan yang tengah berjalan.

“Kami sadar kerja ini belum sempurna. Tapi fondasi sudah kita letakkan. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja keras, saya yakin Sulawesi Tengah akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.**