Senin, 4 Mei 2026

Target 2026, Pemprov Sulteng Pastikan Aturan Lahan Tuntas demi Perut Rakyat

Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memasang target ambisius untuk menuntaskan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada tahun 2026. Langkah ini diambil guna merespons dorongan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui perlindungan lahan baku sawah.

Dalam rapat koordinasi bersama Kementerian ATR/BPN di Palu, terungkap bahwa implementasi kebijakan ini di Sulawesi Tengah masih menghadapi tantangan besar. Hingga saat ini, dari target 72 dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), baru 23 dokumen yang tersedia, sementara penetapan LP2B di tingkat kabupaten dan kota belum berjalan sama sekali.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengakui bahwa minimnya progres tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Ia menegaskan akan mengambil langkah taktis untuk mempercepat regulasi di tingkat bawah agar sinkron dengan kebijakan provinsi yang sudah memiliki Perda.

“Memang masih minim, di kabupaten sama sekali belum ada, yang ada baru Perda baru di provinsi,” katanya, Rabu (1/4/2026).

Selain kendala regulasi, Gubernur juga menyoroti persoalan lahan yang belum memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Ia mendorong adanya ruang negosiasi agar hak masyarakat tetap terpenuhi tanpa menghambat proses penetapan lahan pertanian berkelanjutan.

“Ada beberapa tadi semacam clue lah mungkin ya, jadi seperti misalnya yang belum ber HGU itu segera dibicarakan supaya mereka ada win win solusi terutama masyarakat itu bisa mendapatkan haknya 20 persen walaupun dia belum ber HGU, ini butuh harus ada negosiasi sambil menunggu proses HGU,” ujarnya.

Anwar Hafid menegaskan bahwa percepatan ini bukan sekadar mengejar target administratif, melainkan tanggung jawab langsung untuk memberikan kepastian perencanaan pembangunan. Ia optimis seluruh kendala teknis dapat teratasi dalam waktu dekat.

“Jadi ini menjadi tugas saya, karena ini kewenangan saya LP2B akan kita genjot supaya secepatnya. Kita ingin mudah-mudahan 2026 ini bisa semua tuntas,” pungkasnya. MAZ