Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III dan II tahun 2026 yang dibuka Wakil Bupati Donggala, di Ruang Kasiromu, Senin (2/3/2026).
Kegiatan yang digelar oleh tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi dan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Taufik menegaskan bahwa pelatihan dasar ini bertujuan membentuk karakter serta pola pikir ASN sebagai abdi negara. Menurutnya, menjadi ASN bukan sekadar memiliki pekerjaan, melainkan sebuah pilihan untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Ia mengingatkan bahwa negara telah menetapkan nilai dasar ASN melalui core value BerAKHLAK, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Nilai tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Inilah nilai yang harus hidup dalam tindakan, bukan hanya dihafal dalam pelatihan,” tegasnya.
Taufik menambahkan, setiap keputusan yang diambil ASN, sekecil apa pun, akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Karena itu, tanggung jawab sebagai abdi negara harus dijalankan dengan penuh integritas.
Ia juga mengaitkan peran ASN dengan visi daerah “Donggala Sejahtera, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.” Menurutnya, visi tersebut hanya dapat terwujud jika ASN bekerja secara profesional dan sungguh-sungguh.
Sejahtera, lanjut dia, lahir dari pelayanan yang adil dan merata. Maju tercipta dari birokrasi yang tertib dan profesional. Berdaya saing tumbuh dari ASN yang mau belajar dan berinovasi. Sementara berkelanjutan hanya dapat dicapai jika setiap aparatur bekerja dengan tanggung jawab jangka panjang.
Selain itu, Taufik menekankan bahwa tantangan ASN ke depan semakin besar, terutama dalam menghadapi transformasi digital. Sistem berbasis data, penggunaan aplikasi terpadu seperti MyASN, manajemen kinerja elektronik, hingga pelayanan publik tanpa kertas (paperless) menjadi arah kebijakan yang harus diikuti.
“ASN Donggala tidak boleh tertinggal. Harus terbiasa bekerja dengan data, terbuka terhadap teknologi, dan cepat beradaptasi. Ke depan yang dihitung bukan berapa lama kita duduk di kantor, tetapi seberapa besar manfaat kerja kita dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menutup arahannya, Wakil Bupati berharap seluruh peserta Latsar dapat bekerja dengan jujur, disiplin, menyelesaikan tugas tanpa menunggu diingatkan, terus belajar meski tidak diperintah, serta menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Donggala di mana pun bertugas.**





