Palu – Warga Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Anggota DPRD Kota Palu, Nendra Kusuma Putra saat kegiatan reses caturwulan I masa persidangan tahun 2026, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan itu berlangsung di Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (3/2/2026) malam.
Dalam reses tersebut, warga mengusulkan berbagai kebutuhan mendasar, mulai dari penambahan penerangan jalan hingga bantuan sosial dan dukungan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu warga, Suniyati (53), mengeluhkan minimnya penerangan jalan di Jalan Basuki Rahmat I, khususnya di sejumlah lorong yang dinilai rawan pada malam hari.
“Di lorong-lorong masih kurang lampu, jadi gelap kalau malam. Kami berharap bisa ditambahkan penerangan jalan,” ujarnya.
Selain itu, Suniyati juga mengusulkan adanya bantuan sosial duka, seperti penyediaan kain kafan bagi warga kurang mampu yang mengalami musibah kematian.
Ia juga berharap adanya bantuan permodalan UMKM.
Suniyati yang mengaku telah berjualan jamu keliling sejak 2014 menyampaikan bahwa permohonan bantuan usaha yang diajukannya sebelumnya belum mendapatkan tindak lanjut dari dinas terkait.
“Saya sudah mengajukan bantuan UMKM melalui Sangu Palu dan sempat diwawancarai, tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya. Kami berharap bisa dibantu agar usaha kami berkembang,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Nendra Kusuma Putra mengatakan Pemerintah Kota Palu bersama DPRD terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui program-program yang dijalankan secara bertahap.
Ia menyebutkan, meski sebagian kebutuhan warga telah terakomodasi pada periode sebelumnya, masih terdapat usulan mendasar yang perlu mendapat perhatian, seperti penerangan jalan umum.
“Program Palu Terang sebelumnya sudah direalisasikan, namun kemungkinan karena efisiensi anggaran, pelaksanaannya belum maksimal. Saya yakin bisa terealisasi dengan maksimal,” ucapnya.
Terkait bantuan sosial duka, Anggota DPRD Kota Palu dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Palu Selatan–Tatanga itu menilai perhatian terhadap warga yang mengalami musibah perlu diperkuat.
Ia menyebutkan, di wilayah dapilnya telah tersedia layanan ambulans serta bantuan duka untuk dua malam tahlilan.
Menjawab keluhan terkait bantuan UMKM yang belum terealisasi, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palu itu mengatakan hal tersebut akan menjadi catatan dan akan ditelusuri lebih lanjut melalui koordinasi dengan dinas terkait.
“Saat ini bantuan UMKM disalurkan melalui mekanisme inkubator bisnis yang diatur dalam peraturan wali kota. Kami akan mengecek mekanisme dan kemungkinan kendala administrasi yang ada,” jelas Nendra.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses akan dicatat, dikawal, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. *





