Palu – Anggota DPRD Kota Palu, Alfian Chaniago, menegaskan keberadaan tambang emas di Kelurahan Poboya seharusnya menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya warga lingkar tambang, bukan justru memicu konflik sosial yang berulang.
Pernyataan itu disampaikan menyusul aksi demonstrasi warga lingkar tambang Poboya yang kembali terjadi dan menjadi aksi kesekian kalinya dalam beberapa waktu terakhir. Massa mendatangi Kantor DPRD Palu untuk menyuarakan tuntutan terkait pengelolaan tambang emas serta kejelasan manfaat yang diterima masyarakat setempat.
Menurut Alfian, polemik yang terus berulang menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam distribusi manfaat tambang. Ia menilai, sumber daya alam yang dikelola perusahaan harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga sekitar.
“Secara khusus masyarakat Poboya, dan secara umum masyarakat Kota Palu, harus sejahtera. Jangan sampai sumber daya alam kita dikeruk, dibawa keluar daerah, lalu kita hanya jadi penonton,” tegasnya di Kantor DPRD Palu, Selasa (18/2/2025).
Ia mengatakan, tuntutan warga lingkar tambang, termasuk soal penciutan lahan dan kejelasan kontribusi perusahaan, perlu dijawab melalui mekanisme resmi dan terbuka. Menurutnya, penyelesaian tidak boleh dilakukan sepihak, melainkan harus melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, DPRD, serta pihak perusahaan.
Alfian juga menyinggung pentingnya transparansi dalam pengelolaan tambang oleh PT Citra Palu Minerals, agar tidak menimbulkan kecurigaan yang berujung pada aksi protes berulang. Ia menilai, selama manfaat tambang belum dirasakan secara adil oleh warga lingkar tambang, potensi demonstrasi akan terus terjadi.
“Kalau tuntutan itu bisa dipenuhi, siapkan mekanismenya. Kalau tidak bisa, harus ada solusi konkret. Jangan dibiarkan menggantung,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak segera duduk bersama mencari solusi komprehensif agar keberadaan tambang emas di wilayah Poboya benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat Kota Palu, bukan sumber konflik berkepanjangan. MAZ





